Arti Mimpi  

Posted by AsTeg

Malam kembali tiba. Erel sudah mempersiapkan diri untuk tidur. Gadis ini sudah berada di atas tempat tidur dan mencoba mengulum waktu agar ia tidak segera tertidur. Erel begitu takut menutup mata karena ia takut akan menghadapi mimpi yang sama yang sering datang di dalam tidurnya. Mimpi itu sering membayangi tidurnya dan membuatnya selalu kuatir dan cemas akan keadaan Kevin , kekasihnya. Entah mengapa , mimpi itu selalu saja mengisahkan tragedi yang akan terjadi pada Kevin. Dan ketika otaknya sudah lelah memikirkan keadaan Kevin , dengan tidak sengaja mata Erel perlahan menutup. Gadis ini pun tertidur pulas malam itu. Dan mimpi itu datang lagi.

Ting.. Tong.. Ting.. Tong.. Bunyi bel rumah Erel berbunyi nyaring sekali. Tidur Erel sampai terbangun dengan tidak mengenakkan. Gadis ini segera turun dari ranjang dan menghampiri pintu rumahnya. Ia menuruni tangga dengan sempoyongan karena kesadarannya belum seratus persen kembali. Matanya masih setengah tertutup dan ia seperti sedang mimpi berjalan saja. Ketika Erel sudah sampai di depan pintu , ia membuka dengan perlahan dan agak sedikit mengomel.
“ Siapa sih malam-malam begini datang? Ganggu orang tidur saja!! “ gerutu Erel seraya membuka pintu ,” Siapa? “
Erel menatap sosok kakek tua yang berjenggot putih sedang berdiri tepat di hadapannya. Erel menatap kakek ini dengan heran. Penampilan kakek ini sangat aneh! Kakek ini memakai baju terusan yang mirip dengan yang biasa dipakai oleh para ulama-ulama. Lalu jenggot putih yang tebal menghiasi dagunya. Rambutnya panjang ikal menjuntai hingga ke pundaknya. Lalu kulit-kulitnya juga sudah tampak berkeriput-keriput dan kering. Entah kakek ini berasal dari mana yang pasti Erel sama sekali tidak mengenalnya!!
“ Kakek siapa? “
“ Saya kemari hanya ingin menitipkan ini padamu... Kotak ini tolong kau berikan pada Kevin besok. Namun kau tidak boleh membukanya sebelum Kevin melihatnya. Kalau kau melihatnya , akan terjadi hal buruk pada kehidupan kalian.. “ ujar Kakek itu seraya memberikan sebuah kotak berukuran sebesar kotak sepatu pada Erel.
“ Kakek mengenal Kevin? Mengapa kakek tidak memberikan langsung pada Kevin? “ tanya Erel bingung.
“ Saya ingin menitipkan ini padamu dulu.. “ ujar Kakek itu , “ Tolong kau berikan pada Kevin. Jangan sampai lupa. “
“ Tapi , Kek... “

Ketika Erel hendak membantah lagi , kakek-kakek itu sudah pergi menjauh dari rumahnya. Erel tak sempat membantah lagi dan hanya berdiri mematung menerima kotak aneh tersebut. Kotak itu terasa berat. Entah apa isi di dalam kotak itu yang tentu membuat Erel sangat penasaran.
“ Hah , kakek itu siapa ya? “ gumam Erel tidak mengerti. Ia akhirnya menutup pintu rumahnya dan segera masuk ke dalam rumah. Erel kembali ke dalam kamarnya dengan sambil membawa kotak pemberian kakek itu.
“ Isi kotak ini apa ya? “ gumam Erel penasaran , “ Aku penasaran!! Tapi kalau aku buka , nanti akan terjadi hal buruk. Duh... “
Erel mencoba menahan rasa penasarannya dengan mencoba kembali tidur. Namun usahanya sia-sia karena dengan begitu justru makin menambah rasa penasarannya. Gadis ini menjadi tidak bisa kembali tidur dan sibuk memikirkan apa isi kotak itu.
Apa yang akan diberikan kakek itu pada Kevin? Batin Erel.
Erel memeras otaknya untuk menemukan jawaban atas isi kotak itu. Namun hal ini justru membuatnya makin penasaran dan ingin tahu akan isi kotak itu. Erel begitu tersiksa akan rasa ingin tahunya ini. Sampai pada akhirnya , Erel memutuskan untuk memuaskan rasa ingin tahunya dengan mengintip sedikit kotak pemberian kakek asing itu.
“ Kalau cuma mengintip tidak apa-apa kan? “ gumam Erel seraya mendekati kotak yang tergeletak di atas mejanya itu , “ Aku kan tidak melihat! Aku cuma mengintip sedikit... “
Erel lalu membuka tutup kotak itu perlahan dan ia mengintip sedikit. Isi kotak itu masih tampak gelap. Erel tak mampu melihatnya dengan jelas. Gadis ini pun lalu membuka tutup itu lebih besar. Dan kini , tutup kotak itu sudah terbuka setengah dan ia begitu kaget dengan isi dari kotak itu. Di dalamnya tergeletak sebuah batu yang bentuknya mirip nisan yang berukirkan nama seseorang. Erel begitu penasaran dengan ukiran nama itu. Ia melihat dengan semakin dekat dan berhasil membaca ukiran di batu nisan itu.

KEVIN ARDIVAN
18 Januari


Erel terhenyak. Ia tak menyangka bahwa ia akan menerima nisan Kevin sendiri!!
“ Apa artinya ini? Nisan Kevin? Apa jangan-jangan Kevin akan meninggal? “ gumam Erel bimbang , “ Apa yang akan terjadi? “
Erel mendadak takut jika pada tanggal 18 Januari , Kevin akan benar-benar meninggalkannya!! Erel ketakutan! Peluh terus mengalir di wajahnya tanpa bisa berhenti. Jantungnya berdetak kencang dan hatinya serasa digebrak petir. Ketakutan segera menghantuinya.
“ TIDAK!! INI TIDAK MUNGKIN TERJADI!! TIDAK........ “

“ TIDAK!! “ teriak Erel panik.
Matanya seketika membuka. Erel kembali terbangun dengan hati yang diliputi rasa tidak enak dan takut. Peluh masih membasahi wajahnya. Nafasnya tersengal-sengal. Jantungnya juga berpacu cepat!
“ Ternyata cuma mimpi!! “ ujar Erel lega , “ Tapi kenapa aku bermimpi seperti ini? “
“ Kevin... “ ujar Erel teringat akan mimpinya yang terasa begitu nyata. Gadis ini langsung menyambar handphonenya dan menelepon pria ini. Hatinya begitu takut kalau-kalau terjadi sesuatu pada Kevin.
Erel menekan nomor telepon Kevin. Nada sambung segera terdengar. Lama ia menunggu Kevin mengangkat teleponnya. Erel sendiri sadar bahwa mungkin Kevin sudah tertidur nyenyak. Tapi hatinya terus memaksanya untuk menghubungi pria ini untuk memastikan keadaan Kevin
“ Halo? “ terdengarr suara Kevin yang malas. Rupanya pria ini memang benar-benar sudah tertidur nyenyak. Erel merasa sedikit bersalah.
“ Kevin? Kau baik-baik saja kan? “ tanya Erel cemas.
“ Erel? Kenapa kamu meneleponku malam-malam begini? “ tanya Kevin.
“ Maaf mengganggumu malam-malam.. “ ujar Erel menyesal , “ Tapi aku hanya ingin mengetahui keadaanmu. Kau baik-baik saja kan? “
“ Aku baik-baik saja kok.. Kau tidak perlu mencemaskanku... “ ujar Kevin , “ Kamu belum tidur? “
“ Aku terbangun! “ ujar Erel.
“ Memangnya kenapa? “
“ Aku bermimpi ngeri. Besok saja aku ceritakan padamu! “ ujar Erel , “ Sekarang kau istirahatlah lagi.. Maaf , aku menganggu tidurmu! Selamat malam , Kevin.. “
“ Malam , Erel.. “
“ Eh , Kevin tunggu! Besok kita ketemuan di tempat biasa ya? “
“ Baik. “
Tak lama , telepon mereka terputus dan Erel mencoba untuk tidur kembali. Namun sialnya , sampai pagi pun , matanya tak dapat tertutup dengan nyenyaknya. Ia gelisah memikirkan mimpinya yang barusan.

“ Kevin.. “ ujar Erel ketika melihat pria itu sudah datang di sebuah cafe tempat langganan mereka. Cafe itu terletak di bilangan Jakarta dan menjadi tempat favorit mereka semasa pacaran. Kini , usia masa penjajakan mereka sudah mencapai 4 tahun dan beberapa minggu lagi mereka berdua akan melangsungkan pernikahan. Erel dan Kevin sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.
“ Erel , apa yang terjadi padamu kemarin malam? “ tanya Kevin dengan segera , “ Kau tidak apa-apa kan? “
“ Aku hanya bermimpi aneh.. Aku bermimpi ada seorang kakek yang memberikanku sebuah kotak. Kotak itu harus kuberikan padamu. Dan karena aku penasaran akan isi kotak itu , aku mengintipnya sedikit , “ jelas Erel , “ Ternyata kotak itu berisi sebuah batu nisan yang bertuliskan namamu. Di nisan itu juga tertulis sebuah tanggal 18 Januari , 6 hari sebelum kita menikah. “
“ Benarkah? Apa artinya itu? “ tanya Kevin agak cemas.
“ Aku takut terjadi sesuatu padamu!! Apalagi pada tanggal 18 itu kau ada dinas di Bandung kan? “ tanya Erel cemas , “ Aku takut terjadi sesuatu... “
Erel terisak sedikit , “ Aku takut kehilanganmu! “
“ Erel.. sudahlah! Jangan menangis!! “ ujar Kevin menenangkan , “ Tidak akan ada yang terjadi padaku. Aku justru cemas padamu. “
“ Kenapa kau mesti cemas? Jelas-jelas mimpiku itu menunjukkan bahaya untukmu!! “
“ Erel , mimpi itu biasanya adalah kebalikan dari kenyataan yang akan terjadi. Jadi kalau kau memimpikan aku akan mati , aku tidak akan mati. Justru orang lain yang dekat pada orang yang kau mimpikan itu yang bisa-bisa akan mati.. “ jelas Kevin , “ Aku justru takut kaulah yang akan.. “
“ HUSH!! Tidak mungkin!! “ ujar Erel menepis anggapan Kevin.
“ Aku benar-benar takut kehilanganmu!! “ ujar Erel lagi.
“ Tenanglah , Erel.. “ jawab Kevin seraya memeluk gadisnya ini , “ Aku tidak akan meninggalkanmu sebelum kau menjadi istriku! “
Erel hanya membenamkan wajahnya ke dada Kevin yang bidang yang lalu terisak sebentar. Ia memeluk Kevin dengan erat dan benar-benar takut kehilangan pria ini.

Malam kedua tiba sejak Erel bermimpi aneh. Erel kini benar-benar takut untuk tidur dan menutup matanya. Namun apa boleh buat ketika badannya benar-benar lelah sehingga ia akhirnya pun terlelap. Erel kembali dihantui mimpi yang berbeda namun sama.

Tok.. tok.. tok.. Pintu kamar Erel diketuk. Erel kaget! Ia terduduk di ranjang.
“ Mengapa ada orang yang mengetuk pintu kamarku? “ gumam Erel bingung , “ Bukankah di rumah ini hanya ada aku seorang? “
Erel akhirnya terbangun dan membuka pintu kamarnya. Ia kaget ketika mendapati kakek-kakek tua semalam datang lagi ke rumahnya. Bahkan sekarang kakek itu sudah ada di depan pintu kamar Erel. “ Kakek? Kok bisa masuk sih? “
“ Saya kemari ingin kembali memberikan kotak ini padamu. Tolong berikan ini pada Kevin dan kau jangan berani-berani membukanya!! Aku tahu bahwa kemarin kau telah membukanya , jadi hari ini kau tidak boleh membukanya lagi!! “ ujar Kakek itu pasti , “ Kalau kau membukanya lagi , akan benar-benar terjadi sesuatu pada kalian berdua. “
“ Kakek , apa maksudnya sih? “ tanya Erel bingung , “ Mengapa mesti aku yang memberikan kotak ini? Dan mengapa aku tidak boleh melihatnya? “
“ Kau turuti saja kata-kata saya.. “ ujar Kakek itu seraya pergi dan menghilang.
Erel kembali dilanda rasa penasaran. Namun kini , rasa penasaran itu justru makin besar. Tak ditunggu lagi , Erel malah langsung membuka kotak itu. Ia begitu kesal akan sikap kakek itu yang tampaknya menyembunyikan sesuatu padanya!! Entah apa yang akan dilakukan kakek itu pada Erel dan Kevin!!
Erel kaget. Ia mendapati sebuah kain kafan putih terlipat rapi di dalam kotak itu. Dan diatasnya tertulis :

Untuk : KEVIN ARDIVAN

“ TIDAK!!! “ Erel seketika berteriak kencang yang kemudian disusul dengan kesadarannya dari tidurnya.

“ Kevin? Aku tidak tahan lagi.. Aku benar-benar takut kehilanganmu!! “ ujar Erel seraya menangis histeris di telepon. Kesadaran Kevin seketika datang ketika ia mendengar Erel menangis. Pria ini tampak cemas.
“ Apa yang terjadi , Erel? Kau tidak apa-apa kan? “ tanya Kevin cemas.
“ Kevin , jangan tinggalkan aku! “ gumam Erel ketakutan.
“ Erel.. Erel.. Kau tidak apa-apa kan? “
Erel hanya diam dan terus menangis.
“ Erel , tunggu aku ya.. Sebentar lagi aku datang ke rumahmu. Okay? “
Erel masih terdiam. Di lain pihak , Kevin segera menyibakkan selimutnya dan segera berganti pakaian dengan kaos dan celana jins. Ia langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Erel. Tak lama , Erel sudah sampai di depan rumah Erel dan segera memberondong masuk ke dalam. Ia menghampiri kamar Erel dan melihat gadis ini tengah menangis di atas ranjangnya. Kevin segera memeluk Erel dan menenangkannya.
“ Kau kenapa , Erel?”
“ Aku kembali bermimpi.. Sekarang aku mendapat kain kafan yang ditujukan untukmu!! “ ujar Erel seraya kembali menangis histeris , “ Mengapa harus aku yang mendapatkan mimpi ini? “
“ Mungkin itu hanya sebuah firasat!! “ ujar Kevin.
“ Firasat? Jangan-jangan aku memang benar-benar akan kehilanganmu!! “ teriak Erel panik , “ Kevin , jangan tinggalkan aku!!! “
“ Erel , aku berjanji tidak akan meninggalkanmu!! “ ujar Kevin bingung harus meyakinkan Erel.
“ Aku ingin menikah denganmu dan hidup selamanya denganmu!! Kau jangan meninggalkanku sendiri.. “ ujar Erel terisak.
“ Erel!! “ gumam Kevin lirih.
Kevin memeluk erat Erel dan menciumi gadis ini. Sesungguhnya , Kevin-lah yang kuatir dengan keadaan Erel saat ini. Rasanya mimpi Erel tidak tertuju pada Kevin dan tidak akan mencelakai Kevin. Kevin sadar bahwa arti mimpi adalah kebalikan dari kenyataan yang akan terjadi. Kevin tahu bukan dirinya yang menjadi sasaran mimpi itu , pasti orang terdekatnyalah yang akan menjadi korban. Entah mengapa , Kevin merasa suatu firasat bahwa Erel-lah yang akan...
“ Ah , tidak mungkin! “ ujar Kevin seraya mengusir pikiran gila yang barusan ada di pikirannya , ” Ehm , Erel.. Kalau kau takut , kau bisa tidur di rumahku saja.. “
Erel memandang Kevin.
“ Bolehkah? “
“ Atau tidak aku yang akan menemanimu disini.. Bagaimana? “ tanya Kevin.
“ Aku ke rumahmu saja.. “ ujar Erel bahagia , “ Terima kasih ya.. “
Kevin kembali memeluk gadisnya dengan erat.

Tak berapa lama , Kevin sudah memarkir mobilnya di halaman rumahnya. Kevin membantu Erel turun dari mobilnya dan mengenggam tangan gadis ini erat-erat seraya menuntun Erel menuju kamarnya. Erel terlihat begitu rapuh saat ini. Dan ketika mereka berdua sudah berada di atas tempat tidur dan bersiap tidur , Erel mulai angkat bicara.
“ Vin , kamu jangan pergi ya.. “ ujar Erel cemas.
“ Apa maksudmu? “
“ Kau jangan pergi ke Bandung pada tanggal 18 itu ya? Tolong batalkan perjalananmu.. “ ujar Erel lagi.
“ Tidak bisa , ERel.. Itu adalah dinas dari kantorku.. Aku tidak bisa menolaknya! “ ujar Kevin , “ Kau mencemaskanku ya? “
Erel mengangguk pasti.
“ Kau tenanglah!! Tidak ada yang perlu dicemaskan! “ ujar Kevin seraya memeluk Erel , “ Aku akan baik-baik saja.. “
“ Tapi mimpi itu? “
“ Sst! “ ujar Kevin seraya menaruh jari telunjuknya di bibir mungil Erel , “ Kau dengar kata-kataku ini ya.. Mimpi itu adalah kebalikan dari kenyataan yangakan terjadi di dunia nyata. Jadi jika kau memimpikan aku meninggal , berarti bukan aku yang akan meninggal. “
“ Lalu siapakah yang akan meninggal selain dirimu? “ tanya Erel bingung.
Kevin diam saja. Pikiran gilanya tadi kembali muncul. Erel! Erel akan... AH!!
“ Aku tidak tahu.. “ ujar Kevin mengusir jauh-jauh pikiran itu.
“ Tapi aku tetap mencemaskanmu... “ ujar Erel seraya kembali terisak.
“ Erel , seperti yang kubilang , aku tidak akan meninggalkanmu sebelum aku menjadikanmu istriku!! Jadi kau tidak usah cemas ya.. “
Kevin lalu melumat lembut bibir Erel. Erel pun merasakan ketenangan yang hangat mengalir di dalam tubuhnya. Rupanya Kevin tengah menenangkannya dengan ciuman lembutnya. Erel menjadi tenang.
“ Tidak ada yang perlu kau cemaskan.. “ ujar Kevin seraya membuai Erel sampai gadis ini tertidur lelap di pelukan Kevin. Pria ini terus membelai lembut rambut Erel seraya membisikkan sebuah kata ketika Erel sudah benar-benar tertidur.
“ Kaulah yang jangan meninggalkan aku.. Jangan tinggalkan aku , Erel!! “ ujar Kevin cemas , “ Entah mengapa , mimpimu itu justru membuatku cemas!! “
Kevin memeluk erat Erel yang tengah tertidur lelap.
“ Aku sangat mencintaimu! Dan aku tidak ingin kehilanganmu , Erel.. “
Kevin tetap memeluk Erel selama mereka berdua tertidur sampai esok harinya terbangun..

Beberapa hari telah lewat. Selama 2 hari , Erel sudah tidak bermimpi aneh lagi. Dan itu membuat gadis ini lega. Keberangkatan Kevin ke Bandung sudah tinggal esok. Hal ini membuat Erel kian cemas. Gadis ini benar-benar cemas. Dan ketika malam hari sebelum keberangkatan Kevin , Erel mulai bermimpi aneh lagi.

“ Kakek? “ ujar Erel kaget ketika kakek itu berada di sampingnya persis. Kakek itu kembali membawa sebuah kotak ,” Mengapa ada disini lagi? “
“ Saya kemari ingin memberi kotak ini pada.. “
“ Pada Kevin kan? Aku sudah tahu kok , Kek.. “ ujar Erel.
“ Bukan. Aku ingin memberi kotak ini padamu , Erel.. “
“ Apa? Padaku? “ tanya Erel kaget ,” Tumben Kakek memberiku sebuah kotak? “
“ Terimalah.. “ ujar Kakek itu seraya memberikan kotak yang dibawanya pada Erel. Gadis ini menerima dengan hati bingung dan bimbang. Ia terus mengamati kotak itu sampai-sampai lupa akan sosok kakek itu.
“ Kek , apa isi dari kotak ini? “ tanya Erel seraya mendongak ke atas. Namun anehnya , sosok kakek itu sudah lenyap dan semuanya terasa begitu hening dan sunyi. Erel merasa aneh dengan suasana ini dan anehnya lagi , ia tidak merasa penasaran dengan isi dari kotak itu. Gadis ini memutuskan untuk tidur kembali dan ketika ia bangun , ia memutuskan untuk melihat isi dari kotak pemberian kakek itu. Anehnya , malam ini ia dapat tidur dengan sangat damai dan nyenyak.

Di bandara pada 18 Januari ,
“ Kevin , benar kau akan pergi? “ tanya Erel masih cemas.
“ Erel , aku jangan cemas gitu donk.. Aku kan pergi hanya 2 hari. Setelah itu aku akan pulang dan menikahimu.. “ ujar Kevin menenangkan Erel , “ Kau ingat janjiku kan? “
Erel mengangguk , “ Baiklah , aku akan menunggumu.. “
Kevin tersenyum untuk terakhir kali.
“ Aku mencintaimu.. “ ujar Kevin seraya mengecup kening Erel , “ Aku pergi.. “
“ Kevin.. “ cegah Erel.
“ Ya? “
“ Ah , hati-hati ya.. “ ujar Erel.
Kevin mengangguk dan langsung masuk ke dalam ruang tunggu dimana selain penumpang dilarang masuk. Alhasil , disinilah tempat terakhir Erel dan Kevin dapat bersama. Dan untuk terakhir kalinya , Kevin memeluk erat Erel dan mengiangkan sesuatu ,
“ Hati-hati ya.. “
Erel hanya terdiam karena ia terlalu memikirkan rasa cemasnya yang begitu besar. Erel begitu cemas dan kuatir.
“ Sampai jumpa , Erel!!! “ ujar Kevin seraya benar-benar pergi.

Bagaimana ini? Aku takut kalau pesawat Kevin tiba-tiba jatuh dan menewaskan Kevin!! Ah , aku takut kalau Kevin terjadi apa-apa selama di BANDUNG!! BAGAIMANA INI? Aku takut Kevin meninggalkanku!! Aku takut kehilangan Kevin!! Batin Erel cemas.
Kini Erel tengah mengendarai mobil menuju jalan pulang. Dan sialnya , ia mengemudi dengan pikiran yang sama sekali tidak berkosentrasi pada jalanan. Pikiran Erel begitu berkutat pada rasa cemasnya pada Kevin. Sampai-sampai ia tak menyadari bahwa ada sebuah truk yang sedang berjalan oleng di depannya dan seketika menabrak keras mobil Jazz-nya. Dan ketika itu , Erel langsung menyadari arti mimpinya selama ini. Terutama arti mimpinya yang terakhir. Ya... Mimpinya yang terakhir adalah jawaban dari semua mimpi-mimpinya. Dan Erel begitu menyesal karena baru menyadari arti mimpinya disaat ketika sang maut sedang menjemputnya!!!

Ketika itu , Erel tengah melihat kotak yang diberikan oleh kakek tua itu. Erel melihat sebuah foto yang diberi karangan bunga kecil di atasnya. Erel mengamati siapa gerangan orang yang terdapat dalam foto itu. Dan anehnya , foto yang terdapat di dalam kotak itu adalah foto dirinya dan bukanlah foto Kevin. FOTO ITU ADALAH FOTO EREL!!!!!! Foto kematian yang terpampang di depan peti Erel sehari setelah kecelakaan yang menimpa Erel..
Erel juga akhirnya teringat akan kata-kata Kevin yang mengatakan bahwa mimpi itu adalah kebalikan dari kenyataan yang akan terjadi di dunia nyata. Erel baru menyadari bahwa mimpinya yang mengatakan bahwa Kevin akan meninggal justru bukan arti dari mimpinya!! Justru Kevin tidak meninggal sampai saat ini.. Dan tragisnya , justru Erel yang harus menghadapi kematian dan bukanlah Kevin. Gadis ini baru menyadari bahwa memang mimpi adalah kebalikan dari kenyataan yang akan terjadi selanjutnya!!! Dan kematian Erel adalah arti dari mimpi-mimpinya selama ini... Erel menyesal tidak menyadarinya sejak awal!!!

This entry was posted on Sabtu, Oktober 09, 2010 and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Poskan Komentar (Atom) .

0 comments